• Peduli Gizi Buruk

  • Peduli Menjahit

  • Peduli Benah Sekolah

prev next

Our Programme

Rehab Gubuk Yatim-Piatu

Rehab Gubuk Yatim-Piatu

Yuk Ikutan...

Rehab Gubuk Yatim-Piatu Jadi Rumah yg Layak Huni

 

KEHIDUPAN Kanta (25), Sabar (20), Subur (18), Idris (11) dan Nengalung (9) warga Kampung Batok, RT 3/3, Desa Batok, Kecamatan Tenjo, Kabu­paten Bogor, menjadi sorotan banyak orang. Ini menyusul tempat tinggal kelimanya yang hanya berlapis bilik reyot den­gan ukuran ruangan 4 x 2 meter.

Sejak ditinggal kedua orang tuanya sepuluh tahun silam, Kanta (25) yang merupakan anak sulung harus banting tulang menjadi kuli bangunan. Ini demi mencukupi kebutuhan keempat adiknya. Sedangkan Subur (18) anak ketiga pasangan Didi dan Supriyah itu terpaksa berhenti sekolah.

Pantauan Metropolitan, di dalam rumah yang sesak dan sempit tak terlihat peralatan elektronik ataupun tempat tidur yang layak. Hanya sebuah tungku untuk memasak yang menyatu dengan tempat tidur berukuran tiga meter yang terbuat dari bambu dan beralaskan tikar kusam. Sedan­gkan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) mereka harus pergi ke kali yang berjarak kurang lebih 500 meter.

Potret hidup warga miskin yang dialami lima anak yatim piatu tersebut merupakan satu dari sekian ribu kasus yang dialami warga Kabupaten Bogor. Dari 5,3 juta penduduk, masih ada 424.314 jiwa warga miskin yang belum tertangani. Dan sebagian besarnya berada di wilayah Bo­gor Barat yakni dengan jumlah 41.216 rumah tangga miskin.

Sementara itu di rumah reyot yang mirip kandang kambing, Subur yang merupakan putra ketiga mau tak mau harus mengurus keperluan di rumah. Sehari-hari ia tinggal bersama ketiga saudaranya dan menempati rumah yang sudah reyot dan terancam roboh. Sedangkan Sabar diajak teman satu kampungnya ke pesantren di daerah Rangkas Bitung, itu pun tidak bayar.

Saat ini, kondisi dinding rumah dari bilik bambu sudah banyak yang keropos ditambah atap rumahnya bocor. Melihat teman sejawat bersekolah dan makan berkecukupan, mungkin hanya bisa menelan ludah saja. “Saya ingin sekolah seperti yang lain. Tapi gimana lagi, untuk makan saja masih kesusahan,” keluhnya.

Terpisah, Ketua Relawan Peduli Kesehatan Bogor Barat, Uun menjelaskan, setelah ditinggal kedua orang tuanya, nasib kelima anak yatim piatu pasangan Didi dan Supriyah itu kondisinya sangat memprihat­inkan. “Kurang pekanya pemer­intah dan anggota dewan akan kondisi masyarakat menyebabkan terjadi kemiskinan dan banyaknya kasus gizi buruk di berbagai wilayah,” tuturnya.

 Alhamdulillah...

Rehab gubuk buat anak yatim-piatu di Tenjo sudah dimulai. tetapi masih butuh dana cukup besar untuk merampungkannya dengan sedikit kendala yakni saat ini tengah musim hujan

Semoga rehab ini bisa segera rampung agar anak-anak yatim-piatu tersebut tidak kehujanan dan kedinginan lagi.

 

 

 

Programme Info

Rp0,00
raised of Rp0,00
COMPLETED
0
Days left
0%
Funded
Funding type: FLEXIBLE
Completed
This fundraise has expired.
This project will receive all of the funds invested by 25 December 2016.

About Us

Jakarta Peduli

 

Jakarta adalah ibukota indonesia, sebuah kota kecil yang memiliki potensi yang sangat besar dimana pusat pemerintahan berada beserta lembaga-lembaga besar lainnya baik yang komersil maupun sosial.

Read more ...

Penyaluran Bantuan di Sumatera Barat

Indonesia sebagai salah satu negara tropis di dunia sudah Allah berikan berbagai kelebihan dibandingkan negara-negara lainnya, salah satunya adalah curah hujan yang baik dan matahari menyinari selama satu tahun penuh. Hal tersebut membuat indonesia sebagai surga dunia dimana tumbuhan dan hewan hidup beranekaragam.

Read more ...

Pembukaan Pelatihan Menjahit BLK DPU DT Angkatan Ke- 12 B

Pembukaan kelas pertama pada program pelatihan menjahit sebelumnya. Ternyata mengundang antusias masyarakat lain untuk ikut serta di dalamnya. Tidak sabar menunggu pelatihan angkatan 13 yang baru akan dibuka tiga bulan yang akan datang. 

Read more ...

Breadcrumbs

Please publish modules in offcanvas position.

Free Joomla! template by Age Themes